Jumat, 29 Desember 2017

Akankah indonesia seperti china?

Akankah negri ku menjadi negri china ke dua dalam beberapa puluh tahun kedepan?, sama seperti halnya negeri china?, yang krisis udara bersih, yang mengharuskan membayar untuk tiap tarikan nafas, apa mungkin jadi kenyataan yang menakutkan?, masa mau napas aja harus bayar? Ngeri kali dengernya, dilihat dari beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2013, di sebagian wilayah china penduduknya membeli oksigen yang di kemas mirip minuman kaleng. Beli oksigen??? You whaat..are you kidding me? Come on..bukannya udara yang saya hirup ini sama kayak di seluruh dunia, semua bisa ngehirup bebas?, mau yang idungnya lebar kek, yang napas boros kek, yang rakus kek, ngirup udara ampe 3-4 kali sekali hirup, terserah, ini kan anugrah karunia Allah SWT, lah terus kanapa di china malah di perdagangin?, aneh banget sumpah. Bikin penasaran aja, saya cari cari berita di internet, dan wow..beneran, gokil, oksigen di jual sekitar tujuh ribuan harganya, tapi kok bisa ya, beneran bikin penasaran ada apa dengan udara di china. Baca sumber http://internasional.kompas.com/read/2013/01/29/10531483/Udara.Segar.Kini.Dijual.di.China

Eh tunggu dah, kalau kayak gini kan jadi peluang bisnis juga, kan udara di sini masih bagus,seenggaknya untuk sepuluh tahun kedepan😁, masukin dalem kaleng, tutup rapet, segel, kasih brand atau merk, misalnya ; oksigen pegunungan Rp 5k,- oksigen pedesaan 3k,- oksigen jakarta (ufhh..ini jangan di jual kuy🙏), terus jual aja di toko online ixixixi👻👻👻...eh tapi jangan jail, jangan masukin kentut, ntar kasian yang ngirup (tega beud lu kuy).

Udara di sebagian wilayah negri china udah gak layak lagi di hirup, bahkan polusi di sana menjadi kabut tebal, yang pasti mengancam kesehatan, itu karena banyak ribuan pabrik yang jadi penyumbang polutan terbesar di langit china, jadi dilema juga, disamping pabrik menjadi penopang perekonomian sebagian besar penduduknya, disisi lain menjadi perusak alam yang pasti merusak kesehatan.
Baca sumberhttps://amp.tirto.id/polusi-udara-di-cina-yang-makin-gawat-cagd

Celakanya dari pengamatan saya di sebagian wilayah kota kota besar semakin padet pembangunan, dari gedung gedung tinggi, pelebaran jalan raya, pembangunan jalan tol, pembebasan lahan untuk bangun perumahan. Semua itu pasti ada yang harus di korbankan, pengorbanan terbesar adalah pepohonan😫😫😫. Demi pembangunan, demi halayak hidup orang banyak, demi perekonomian, demi modernisasi, demi zaman now😱, demi tetek bengek, apapun itu, si pohon yang mati meninggal jadi busuk gak berbau, setelah perannya yang besar, meneduhkan, memberi oksigen, nampung air hujan biar orang gak kebanjiran, menyehatkan mata karna warna daunnya, buat syuting india joget joget, buat tempat kencing hiahaha, keindahannya, buahnya, bunganya dan masih buanyaak lagiii.....

Lahir, tumbuh, meneduhkan, dan menghasilkan

Si kecil ijo tumbuh besar, bersama temen temennya jadi semakin besar, menjadi payung dari sengatan matahari, menjadi keindahan lukisan alam

Jadi terowongan yang menakjubkan

Tempat nogkrog selain cafe😁
Sekarang lambat laun si pohon mulai di tebangin, pembukaan lahan untuk pembangunan, pembabatan merajalela yang katanya demi perekonomian..

Kini si pohon ancur lebur badannya, akarnya layu mati, tanah yang selama ini jadi selimut tebal seperti merana melihat badan temennya ambruk terputus dari akar. Tiada lagi udara segar menyelimuti langit.

Ayo looh..panas panas lu😰
Ya udah...sekarang buruan tanem pohon lagiii💪

Tiada pengorbanan yang sia sia, obsesi dan ambisi mengalahlan segalanya hingga terwujud pembangunan modern, salah satunya pembangunan dan pelebaran jalan jalan raya, yang berguna bagi semua orang, tapi sayang sekali gak seimbang sama penanaman pohon yang udah pasti sebagai paru paru dunia.
Instansi instansi berwenang malah sibuk meng,- kampanyekan paru paru si perokok, 

padahal lebih berbahaya tiap hari ngirupin asep asep knalpot, apalagi si perokok, udah paru paru penuh nikotin ditambah asep asep 
Macet beginiiihh....pasti ada yang kebelet pup
Sakit gigi, pala pusing,  pacaran ahh cie ciee....
Nyaris gak ada tempat untuk berjalan kaki
Semrawut, sumpek, polusi, panas (harusnya dipayungi pepohonan), penataan gak tertata, kacau balau. Dimana tempat di negri ini yang nyaman untuk berjalan kaki, trotoar buat parkir kendaraan, buat dagang kaum kecil (gitu kata pedagangnya pas ditertibkan), jalan kaki di pinggir nyaris adu nyali, cuman beda beberapa centi dari kendaraan yang melintas, jalanan banyak yang bocel berlobang, gak rata, pokoknya gak enak buat jalan kaki. 
Padahal jalan kaki itu bikin sehat (buktinya ada tuh alat senam namanya treadmill), udah pasti tuh alat dibikin karena orang tau pentingnya berjalan kaki, berhubung rakusnya pembangunan jalan buat kendaraan, jadi terciptalah alat itu.

Eh tapi saya bisa bangga sekarang, karena ada jalur sepedah, biarpun belum maksimal
terkesan gak dipentingin
gak di prioritaskan, terkesan asal asalan, terkesan cuek, yang penting naek sepedah
misalkan dari rumah ketempat kerja kira kira berjarak 5 kilo, saya rasa menyenangkan sekali, semua barengan naik sepedah, resiko kecelakaan minim, resiko demo BBM naik minim, resiko lemah syahwat minim, resiko polusi minim, nah kan dengan bersepedah hampir semua resiko jadi minim, paling resiko terbesar cuma paru paru jebol karena asep asep polusi racun..tapi sayang..sayang banget si mesin lebih berkuasa dari pada si kayuh.

Jalur buat orang bule????
Kalo gak ngetem sembarangan bukan angkot😙
Ayo kuy budayakan bersepedah🙌
Coba saya intip jalan jalan di negara sebelah





Biar bagaimanapun saya bangga menjadi orang indonesia, bangsa indonesia adalah bangsa yang besar, sanggup mengusir penjajah dengan bambu runcing, harta kekayaan alam yang melimpah, zambrud khatulistiwa
Kutipan lirik lagi "ooh negri ku...negri cinta ku..slalu ada dalam hati ku..cinta negri ku.."

Diberbagai daerah mulai menanam kembali pepohonan demi masa depan anak dan cucu, demi rasa terimakasih untuk bumi yang memberi kehidupan

Selamat lahir kembali sahabatku🙌
Besok besok aku sambung lagi ya catatanku...dengan curahan hati ku yang lain..trims ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar